Pendeta MPA Mauri Ajak Masyarakat Jayapura Jaga Kerukunan dan Tolak Provokasi

Jayapura — Tokoh agama, Pendeta MPA Mauri, mengajak seluruh jemaat dan masyarakat di Kota Jayapura untuk terus menjaga kerukunan antar sesama tanpa memandang suku, agama, ras, dan golongan. Ia menegaskan pentingnya memperkuat rasa persaudaraan dan toleransi demi terciptanya kehidupan yang aman dan damai di tengah keberagaman masyarakat Papua.

Dalam pernyataannya, Pendeta Mauri menolak keras segala bentuk provokasi dan ajakan destruktif, termasuk seruan untuk ikut serta dalam aksi demonstrasi yang tidak memiliki tujuan jelas dan berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

“Mari kita tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang belum tentu benar, terutama yang disebarkan melalui media sosial oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Ia juga mengimbau umat Kristen dan masyarakat luas untuk terus menumbuhkan sikap saling menghormati, memperkuat toleransi, serta meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan masing-masing. Pendeta Mauri berharap seluruh warga dapat menjadi teladan dalam menebarkan pesan kasih, kedamaian, dan persaudaraan sejati.

Lebih lanjut, Pendeta Mauri menegaskan bahwa pihak gereja akan terus bekerja sama dengan aparat keamanan dan pemerintah daerah guna menciptakan suasana yang harmonis. “Kami berkomitmen untuk turut menjaga agar masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan,” tegasnya.

Melalui ajakan tersebut, Pendeta MPA Mauri berharap semangat kebersamaan dan kedamaian dapat terus terjaga di Kota Jayapura, sehingga masyarakat dapat hidup berdampingan dengan aman, tertib, dan penuh kasih.