Tugu Abrasi Pantai Skouwsay, Simbol Keteguhan Warga Menjaga Kampung dari Terjangan Alam

Kampung Skouwsay, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Provinsi Papua, memiliki sebuah tugu bersejarah yang menjadi simbol keteguhan dan harapan masyarakat setempat dalam menghadapi ancaman abrasi pantai.

Tugu yang dibangun pada tahun 2005 sebagai penanda sekaligus pengingat akan dahsyatnya kekuatan alam yang pernah mengancam keberadaan kampung tersebut.

Kampung Skouwsay merupakan kampung ketujuh yang dibangun oleh masyarakat adat setempat, setelah enam kampung sebelumnya lenyap akibat abrasi pantai. Setiap tahunnya, abrasi pantai diketahui menggerus daratan hingga mencapai sekitar 50 meter ke arah laut, sehingga memaksa warga untuk terus berpindah demi mempertahankan kehidupan.

Sebagai bentuk ikhtiar lahir dan batin, pada tahun 2005 masyarakat adat Kampung Skouwsay menggelar upacara adat dan doa bersama, yang kemudian dilanjutkan dengan pembangunan Tugu Abrasi Pantai. Tugu tersebut tidak hanya menjadi simbol fisik, tetapi juga menjadi lambang keyakinan spiritual serta kearifan lokal masyarakat dalam menjaga hubungan harmonis antara manusia dan alam.

Salah satu tokoh masyarakat adat Kampung Skouwsay mengatakan bahwa pembangunan tugu tersebut dilandasi oleh kesepakatan adat dan doa bersama seluruh warga kampung.

“Dulu abrasi sangat cepat. Setiap tahun daratan terus hilang dan kami harus pindah. Setelah kami lakukan doa adat dan mendirikan tugu ini, Puji Tuhan sampai sekarang kampung masih tetap ada dan kami masih hidup di sini,” ujarnya.

Ia menambahkan, tugu abrasi tersebut menjadi pengingat bagi generasi muda agar tetap menghormati alam dan menjaga warisan leluhur.

“Tugu ini bukan hanya batu, tetapi saksi perjuangan orang tua kami dan bukti bahwa kebersamaan, doa, dan adat bisa menjaga kampung dari kehancuran,” tambahnya.

Hingga kini, sejak berdirinya Tugu Abrasi Pantai pada tahun 2005, Kampung Skouwsay masih tetap berdiri dan dihuni oleh masyarakatnya. Keberadaan tugu tersebut menjadi saksi sejarah sekaligus simbol keteguhan masyarakat adat pesisir Papua dalam menghadapi tantangan alam yang terus mengancam.