Beras Bertajuk “SOSRA” Menjadi Simbol Kebangkitan Ekonomi Rakyat Secara Mandiri

Jayapura – AKBP (Purn) Marthin Koagouw menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas launching beras lokal Papua bertajuk SOSRA (Solidaritas Sosial Rakyat) yang merupakan hasil olahan petani Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura.

Menurutnya, kehadiran beras SOSRA bukan sekadar peluncuran produk pangan, tetapi menjadi simbol kebangkitan ekonomi rakyat dan kemandirian masyarakat Papua dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

“Saya sangat mengapresiasi inisiatif ini. SOSRA adalah bentuk nyata solidaritas sosial rakyat. Ketika masyarakat mampu memproduksi dan mengonsumsi hasil pertanian sendiri, maka kita sedang membangun kedaulatan pangan dari tanah Papua untuk orang Papua,” ujar AKBP (Purn) Marthin Koagouw.

Ia menilai, panen perdana sebanyak 5 ton merupakan langkah awal yang sangat positif dan patut didukung bersama. Menurutnya, jika dikelola secara berkelanjutan dan mendapat dukungan dari semua pihak, program ini berpotensi berkembang lebih besar dan mampu menjawab kebutuhan pangan masyarakat di Papua.

Lebih lanjut, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bangga menggunakan dan mengonsumsi produk lokal sebagai wujud dukungan terhadap para petani.

“Dengan harga Rp150.000 per karung 10 kilogram, ini bukan hanya soal membeli beras, tetapi tentang mendukung perjuangan petani lokal dan memperkuat ekonomi rakyat,” tambahnya.

AKBP (Purn) Marthin Koagouw berharap gerakan Solidaritas Sosial Rakyat (SOSRA) dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun kemandirian pangan, mempererat kebersamaan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua secara menyeluruh.