KEEROM – Polri bersama masyarakat adat dan warga Arso, Kabupaten Keerom, membangun kerja sama di bidang pertanian melalui pembentukan kelompok pertanian yang dipusatkan di Kampung Sanggaria, Arso 1, Kabupaten Keerom. Pertemuan pembentukan kelompok tani tersebut dihadiri oleh AKP Sosra Antoni, Ipda Kamal, dan Bripka Jikwa yang sekaligus menjadi penggagas terbentuknya kelompok pertanian tersebut.
Dalam keterangannya, AKP Sosra Antoni menjelaskan bahwa kelompon pertanian dibentuk sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para pelaku pertanian yang terlibat di dalamnya.
“Kelompok Pertanian ini dibentuk untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang terlibat sebagai pelaku pertanian. Saat ini sudah ada sekitar 20 orang yang tergabung, dan mereka akan terus kita dorong untuk menggiatkan pertanian,” ujar AKP Sosra.
Ia menambahkan, para anggota kelompok nantinya tidak hanya bekerja mengelola lahan, tetapi juga akan diberikan pembekalan dan pelatihan terkait tata cara bertani yang baik dan modern.
“Kalau melihat perkembangan saat ini tentunya mengarah kepada pertanian modern, artinya sebagian pengolahannya menggunakan alat dan teknologi. Karena itu sambil berjalan, pelatihan dan pembinaan akan kita laksanakan,” tambahnya.
Untuk tahap awal, lahan yang akan dikelola memiliki luas sekitar 10 hektare dan akan dikembangkan secara bertahap sesuai kemampuan kelompok tani. Menurut AKP Sosra, pembentukan kelompok tani berbasis masyarakat bukanlah yang pertama dilakukan oleh Polri. Sebelumnya, program serupa juga telah dibentuk di sejumlah wilayah lain.
“Sebelumnya kita juga telah membentuk beberapa kelompok tani dengan lokasi berbeda, ada di Yapsi, Nimbokrang, Skouw, dan sekarang di Arso 1 Kabupaten Keerom,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan pertanian yang melibatkan masyarakat adat tersebut dapat memberikan dampak positif, baik terhadap peningkatan ekonomi masyarakat maupun situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Sitkamtibmas).
“Harapan kami, dengan menggalakkan pertanian dan melibatkan masyarakat adat, selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat tentunya juga dapat menciptakan Sitkamtibmas yang aman dan kondusif,” katanya.
AKP Sosra juga menyampaikan bahwa masyarakat akan mulai melakukan pembersihan lahan pada esok hari sebagai langkah awal pengelolaan lahan pertanian.
“Besok mereka sudah mulai membersihkan lahan. Sambil berjalan, pelatihan akan terus dilakukan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat adat menjadi bagian penting dalam program tersebut. Sebelum ini dilakukan, pihaknya telah melakukan pertemuan dan diskusi bersama tokoh adat dan masyarakat setempat.
“Dalam kegiatan ini kami melibatkan masyarakat adat. Sebelumnya kami melakukan pertemuan dan berdiskusi bersama mereka, dan hal ini disambut sangat baik,” tutur AKP Sosra.

Salah satu masyarakat adat yang tergabung dalam kelompok tani mengaku sangat antusias dan menyambut positif program pertanian tersebut.
“Kami sangat senang karena dilibatkan dalam kelompok tani ini. Dengan begini kami bisa belajar bagaimana cara bertani menggunakan teknologi modern dan tentunya ini akan membantu perekonomian masyarakat menjadi lebih baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Bripka Jikwa selaku Bhabinkamtibmas wilayah Arso 1 menuturkan bahwa kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dan antusias dari masyarakat.
“Kegiatan ini disambut baik oleh masyarakat. Ini belum pernah dilakukan sebelumnya, sehingga masyarakat sangat antusias,” kata Bripka Jikwa.
Sebagai penanggung jawab Kamtibmas di wilayah tersebut, dirinya menegaskan akan terus memberikan dukungan dan pendampingan kepada masyarakat.
“Kita akan memberikan dukungan dan bimbingan kepada mereka. Harapannya kelompok tani ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat lainnya,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa program tersebut tidak akan berhenti hanya di Arso 1, namun akan terus dikembangkan ke wilayah lain.
“Ini tidak hanya sampai di sini saja, tetapi akan terus berkembang kepada yang lain. Kami akan terus memberikan yang terbaik kepada masyarakat agar ke depan masyarakat bisa melihat nikmatnya bertani,” tutup Bripka Jikwa.
