Keerom, Papua – Suasana penuh semangat dan optimisme terlihat di Kampung Arso 1, Kabupaten Keerom, saat masyarakat bersama Bhabinkamtibmas melaksanakan panen jagung sekaligus menerima bantuan benih untuk pengembangan lahan pertanian yang lebih luas.
Keberhasilan panen jagung di lahan seluas satu hektare dengan hasil yang diperkirakan mencapai sekitar 5 ton menjadi bukti nyata bahwa pemanfaatan lahan tidur dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Tidak hanya menikmati hasil panen, warga juga menerima bantuan benih jagung untuk pengembangan lahan seluas 7 hektare yang akan dikelola secara bertahap.
Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang hadir dan menyatakan kesediaannya untuk ikut mengolah lahan pertanian. Mereka menilai keberhasilan panen tersebut menjadi motivasi untuk memanfaatkan lahan yang selama ini belum digunakan secara maksimal.
Salah seorang warga Arso 1 menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat.
“Kami sangat senang melihat hasil panen ini. Selama ini banyak lahan yang belum dimanfaatkan dengan baik, tetapi sekarang kami melihat sendiri bahwa lahan tersebut bisa menghasilkan dan membantu ekonomi keluarga. Kami mengucapkan terima kasih kepada Polri, khususnya Polda Papua, yang telah membantu dan mendampingi masyarakat sampai kami bisa melihat hasil seperti sekarang,” ujarnya.
Warga juga menyambut baik bantuan benih yang diberikan untuk pengembangan lahan baru.
“Bantuan benih ini menjadi penyemangat bagi kami. Kami berharap ke depan semakin banyak warga yang terlibat dalam pertanian sehingga kampung kami bisa lebih maju dan sejahtera,” tambahnya.
Bhabinkamtibmas Kampung Arso 1, Bripka Batias Yikwa, S.H., mengatakan bahwa keberhasilan panen tersebut merupakan hasil kerja sama dan kemauan masyarakat untuk berubah ke arah yang lebih produktif.
“Kami bersyukur karena apa yang kami lakukan bersama masyarakat mulai menunjukkan hasil. Awalnya hanya satu hektare lahan yang kami garap. Setelah masyarakat melihat hasilnya, kini banyak warga yang ingin ikut mengolah lahan mereka. Ini menunjukkan adanya kesadaran dan semangat masyarakat untuk bertani serta meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” kata Bripka Yikwa.
Menurutnya, bantuan benih yang diberikan akan dimanfaatkan untuk mengembangkan lahan pertanian seluas sekitar 7 hektare yang tersebar di beberapa lokasi milik warga.
“Kami berharap program ini terus berkembang dan menjadi contoh bahwa dengan kemauan dan kerja sama, lahan yang sebelumnya tidak produktif dapat menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat,” tambahnya.

Di tempat yang sama, AKP Sosra Antoni, A.Md., Han, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mendukung masyarakat yang memiliki semangat untuk mengembangkan sektor pertanian.
“Kami melihat antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa masyarakat sebenarnya memiliki potensi besar untuk berkembang apabila diberikan pendampingan dan dukungan yang tepat. Warga yang ingin mengaktifkan lahan pertanian akan kami bantu dan dukung sesuai kemampuan yang ada,” ujarnya.
AKP Sosra menegaskan bahwa kegiatan pertanian memiliki dampak yang luas, tidak hanya pada peningkatan ekonomi tetapi juga terhadap stabilitas sosial di masyarakat.
“Ketika masyarakat memiliki kegiatan yang produktif dan menghasilkan, maka lingkungan akan menjadi lebih kondusif. Pertanian dapat menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus memperkuat situasi kamtibmas yang aman dan tenteram,” jelasnya.
Sementara itu, tokoh Papua Emilianus Tikuk menilai keberhasilan panen dan tingginya minat masyarakat untuk bertani merupakan perkembangan yang sangat positif bagi masa depan Kabupaten Keerom.
“Saya mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara Polri, masyarakat, dan pihak-pihak yang mendukung kegiatan pertanian ini. Apa yang terjadi di Arso menunjukkan bahwa ketika masyarakat diberi kesempatan dan pendampingan, mereka mampu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi keluarga maupun kampungnya,” katanya.
Menurut Emilianus, sektor pertanian dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi masyarakat Papua apabila dikelola secara berkelanjutan.
“Saya yakin keberhasilan panen ini akan menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya. Ke depan akan semakin banyak warga yang tertarik mengolah lahan yang selama ini belum dimanfaatkan dengan baik. Selain meningkatkan ekonomi keluarga, aktivitas pertanian juga akan menciptakan lingkungan yang lebih produktif, harmonis, dan jauh dari berbagai potensi gangguan sosial,” ujarnya.
Panen jagung dan penyerahan bantuan benih di Arso 1 menjadi gambaran nyata bahwa kolaborasi antara masyarakat, Polri, dan berbagai pihak dapat menghadirkan perubahan positif. Dari satu hektare lahan yang berhasil dipanen, kini tumbuh harapan baru melalui pengembangan tujuh hektare lahan pertanian yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Keerom.
