Jayapura – Aksi kekerasan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukimo kembali menuai kecaman keras. Dua warga sipil dilaporkan menjadi korban dalam peristiwa tersebut, termasuk seorang perempuan yang terekam dalam sebuah video saat ditembak ketika berada dalam kondisi tidak berdaya. Rekaman tersebut telah dikonfirmasi keasliannya oleh pihak berwenang.
Peristiwa itu memicu kemarahan berbagai elemen masyarakat Papua. Sejumlah tokoh masyarakat dan netizen menilai tindakan tersebut sebagai kejahatan yang tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan budaya Papua yang menjunjung tinggi penghormatan terhadap kehidupan.
“Saya mengutuk sekeras-kerasnya tindakan keji dan tidak berperikemanusiaan yang dilakukan terhadap warga sipil di Yahukimo. Tidak ada alasan apa pun yang dapat membenarkan pembunuhan terhadap masyarakat yang tidak bersalah. Ini bukan perjuangan, melainkan tindakan kriminal yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan hukum,” tulis salah satu netizen yang juga merupakan seorang tokoh masyarakat Papua.
Tindakan yang menjadikan warga sipil sebagai sasaran kekerasan hanya akan menambah penderitaan masyarakat Papua yang selama ini mendambakan kehidupan yang aman dan damai.
“Kita adalah orang Papua yang diajarkan untuk menghormati kehidupan. Membunuh sesama manusia adalah perbuatan yang bertentangan dengan nilai adat, nilai kemanusiaan, dan ajaran agama. Pelaku harus diproses secara hukum agar ada keadilan bagi para korban dan keluarganya,” tulis netizen lainnya.
Para warganet meminta pemerintah untuk memberikan perhatian serius terhadap situasi keamanan di Yahukimo, termasuk memastikan perlindungan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan gangguan keamanan. Aparat keamanan didorong agar segera mengungkap seluruh pelaku dan membawa mereka ke hadapan hukum melalui proses yang profesional dan transparan.
Selain itu, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) diminta turut melakukan pemantauan dan pendalaman terhadap kasus tersebut. Setiap dugaan pelanggaran hak asasi manusia, termasuk yang dilakukan oleh kelompok bersenjata terhadap warga sipil, harus memperoleh perhatian untuk dijaga keselamatan dan keamanannya.
Warganet berharap tragedi ini menjadi momentum bagi seluruh elemen bangsa untuk bersatu menolak segala bentuk kekerasan di Tanah Papua. Mereka menegaskan bahwa perdamaian hanya dapat diwujudkan melalui penghormatan terhadap hak hidup, penegakan hukum yang adil, dan komitmen bersama untuk melindungi setiap warga negara dari ancaman kekerasan.
“Setiap kejahatan pasti akan dimintai pertanggungjawaban. Hukum negara harus ditegakkan, dan setiap manusia juga akan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, tidak boleh ada toleransi terhadap siapa pun yang menjadikan nyawa manusia sebagai sasaran kekerasan,” kutipan dari warganet.
