Jaga Adat Dan Taat Hukum, Ini Pesan Kajati Papua Kepada Warga IKM

JAYAPURA – Momentum Halal Bihalal dimanfaatkan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Papua, Dr. Jefferdian, SH., MH., untuk menyampaikan pesan penting kepada masyarakat Minang yang berdomisili di Kota Jayapura. Dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, ia menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai adat sekaligus memperkuat integrasi sosial di tanah rantau, Minggu 19/2.

Dalam sambutannya, Jefferdian mengingatkan bahwa identitas orang Minang tidak boleh lepas dari filosofi adat yang telah diwariskan turun-temurun.

“Jadilah orang Minang yang selalu menjaga adat istiadat Minangkabau, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kemampuan beradaptasi dengan lingkungan sosial di Papua. Menurutnya, keberhasilan perantau tidak hanya diukur dari pencapaian pribadi, tetapi juga dari bagaimana mereka mampu menyesuaikan diri dengan adat dan norma setempat.

“Orang Minang yang ada di Jayapura harus pandai beradaptasi dengan lingkungan. Sesuaikan aturan dan adat yang ada, setelah itu lakukanlah yang terbaik. Dan ketika sudah melakukan yang terbaik, jangan pernah lupa dengan kampung halaman,” ujarnya.

Jefferdian turut menggarisbawahi adanya kesamaan nilai antara adat Minangkabau dan adat Papua. Ia mencontohkan peran pemimpin adat di kedua daerah yang memiliki fungsi serupa dalam menjaga tatanan sosial masyarakat.

“Adat di Papua tidaklah berbeda jauh dengan di Minang. Kalau di Minang ada ninik mamak, maka di Papua ada ondoafi. Ini menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal itu saling menghormati dan menjaga keseimbangan hidup masyarakat,” jelasnya.

Selain pesan budaya, Jefferdian yang juga merupakan penegak hukum di Papua itu menyampaikan imbauan terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ia mengingatkan agar warga Minang senantiasa mematuhi hukum dan menjaga nama baik komunitas.

“Sebagai penegak hukum, saya berpesan agar kita semua taat terhadap hukum dan aturan yang berlaku. Orang Minang harus saling menjaga, jangan sampai bermasalah dengan hukum,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Minang di Jayapura untuk terus menjaga kekompakan dan memperkuat rasa kebersamaan di tengah kehidupan sosial yang majemuk.

“Kita harus menjaga kekompakan dan kebersamaan. Saling mengingatkan, saling memahami satu dengan lainnya,” tambahnya.

Menutup pesannya, Jefferdian menegaskan bahwa keberadaan masyarakat Minang di Papua harus memberi kontribusi positif, tidak hanya bagi daerah, tetapi juga bagi bangsa dan negara.

“Yang terpenting, keberadaan orang Minang harus memberi manfaat. Orang Minang untuk Papua, dan orang Minang untuk Indonesia,” pungkasnya.