Pengamat Pendidikan Papua Minta Rektor Uncen Tegas Terkait Pemanfaatan Kabesma oleh BEM

Jayapura — Pengamat Pendidikan Papua, Edward G. Mambrasar, menyoroti penggunaan fasilitas kampus Universitas Cenderawasih (Uncen), khususnya Kantor Badan Eksklusif Mahasiswa (Kabesma), yang diduga dimanfaatkan untuk aktivitas politik yang bertentangan dengan Pancasila.

Edward menegaskan bahwa kampus merupakan ruang akademik yang harus dijaga dari kepentingan kelompok tertentu yang ingin menyeret mahasiswa ke arah gerakan politik provokatif.

“BEM Uncen harus kembali menempatkan diri sebagai motor penggerak intelektual mahasiswa, bukan alat kelompok politik yang tidak sejalan dengan nilai kebangsaan,”  TERANG Edward

Edward juga meminta Rektor Uncen untuk bersikap tegas dalam menertibkan aktivitas kemahasiswaan yang keluar dari koridor aturan kampus. Menurutnya, ketegasan pimpinan kampus sangat penting untuk menjaga marwah institusi pendidikan.

“Rektor jangan ragu menjatuhkan sanksi kepada mahasiswa yang tidak menaati aturan kampus. Kebebasan di kampus bukan berarti bebas tanpa aturan,” tegasnya.

Ia menilai penegakan aturan secara konsisten akan mencegah mahasiswa dimanfaatkan oleh pihak luar yang memiliki agenda politik bertentangan dengan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Edward pun mendorong peningkatan pengawasan terhadap seluruh fasilitas kampus agar tetap digunakan sesuai dengan tujuan pendidikan tinggi, serta memastikan lingkungan akademik tetap aman, damai, dan kondusif bagi masa depan generasi Papapua

“Berkordinasi dengan aparat keamanan penting dalam pengawasan, terutama jika ada indikasi aktivitas yang terhubung dengan kelompok berseberangan dengan negara, kordinasi yang kuat penting untuk menjaga stabilitas kampus dan kota Jayapura”, tutur Edward.