JAYAPURA — Semangat “Polisi Bersama Masyarakat” mendapat dukungan dari tokoh adat Kampung Yokiwa, Kabupaten Jayapura, yang menyatakan kesiapan masyarakat untuk mengembangkan sektor pertanian sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi warga.
Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan pembinaan pertanian jagung dan penyerahan bantuan peralatan pertanian yang dilaksanakan Direktorat Intelkam Polda Papua bersama unsur koperasi, dunia usaha, tokoh adat, dan masyarakat setempat, pada Senin (26/10/2026), pukul 14.30–17.15 WIT, bertempat di para-para adat Kampung Yokiwa, Kabupaten Jayapura.
Ondofolo Arnold Awitouw selaku Kepala Suku Besar Kampung Yokiwa menyampaikan bahwa pertemuan tersebut merupakan kali kedua dilaksanakan bersama pihak-pihak yang mendukung pengembangan pertanian di wilayahnya. Menurutnya, pertemuan lanjutan ini menunjukkan adanya perkembangan komunikasi dan kesiapan masyarakat untuk mulai bekerja serta mengelola lahan yang tersedia secara produktif.

Ia menilai bantuan peralatan pertanian yang diberikan menjadi dorongan sekaligus motivasi bagi masyarakat untuk segera memulai kegiatan di lapangan.
“Pertemuan ini merupakan kali kedua kita melaksanakan kegiatan bersama. Masyarakat sudah menunjukkan kesiapan untuk bekerja. Dengan adanya bantuan peralatan pertanian ini, kami berharap masyarakat semakin bersemangat untuk mulai mengolah lahan dan memanfaatkan potensi yang ada,” ungkap Ondofolo Arnold.
Ia juga berharap seluruh bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik sehingga mampu mendukung kelancaran pekerjaan petani serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat adat Kampung Yokiwa.
Menurutnya, dukungan yang telah tersedia perlu ditindaklanjuti dengan kerja nyata, semangat gotong royong, dan komitmen bersama agar pengembangan pertanian dapat berjalan secara berkelanjutan.
Lahan 50 Hektare Disiapkan, Masyarakat Diajak Bergerak Bersama
Dalam kesempatan yang sama, mantan Bupati Jayapura, Mathius Awitouw, menyampaikan bahwa pada tahap awal telah disiapkan lahan seluas kurang lebih 50 hektare untuk mendukung pengembangan kegiatan pertanian masyarakat Kampung Yokiwa.

Ia mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya serta tidak menyia-nyiakan dukungan yang telah diberikan oleh berbagai pihak.
“Kesempatan ini harus kita manfaatkan dengan baik. Lahan dan peralatan pendukung sudah disiapkan, sehingga masyarakat perlu membangun komitmen bersama untuk mulai bekerja. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterlibatan dan kemauan kita semua,” ujarnya.
Mathius juga menekankan pentingnya persatuan dan semangat gotong royong dalam mengelola lahan pertanian. Menurutnya, ketersediaan lahan dan peralatan perlu diikuti dengan keterlibatan aktif masyarakat agar program tersebut benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
Ia berharap masyarakat segera menindaklanjuti pertemuan tersebut dengan kegiatan nyata, mulai dari persiapan lahan hingga pengembangan usaha pertanian secara terarah.

Bantuan Peralatan Menjadi Modal Awal Petani
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan dukungan berupa dua unit mesin babat rumput, enam unit tangki semprot, serta 72 botol obat pembasmi rumput untuk membantu persiapan dan pemeliharaan lahan pertanian.
Bantuan tersebut disalurkan melalui kolaborasi Koperasi Bina Mandiri Papua Cerah (BMPC), Polda Papua, KADIN Kabupaten Jayapura, dan Prabu sebagai bagian dari upaya mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Pengembangan pertanian di Kampung Yokiwa diharapkan dapat membuka peluang kerja, meningkatkan produktivitas lahan, serta menciptakan sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi masyarakat adat.
